Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan Program Gaya Hidup Berkelanjutan untuk Kelas VII di SMP PGRI Mako

Gambar
Proses P5 Gaya Hidup Berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah gelas plastik Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek dengan target penguatan karakter murid sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Kegiatan berbasis proyek yang dimaksud bukan hanya menghasilkan produk sebagai sasaran utama tetapi juga menilik kembali pada proses selama program berlangsung. Pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, kelas VII di SMP PGRI Mako menyepakati untuk mengimplementasikan salah satu program P5 yaitu Gaya Hidup Berkelanjutan. Program ini dikoordinatori oleh Halima Maysaroh, S. Pd., Gr dengan berkolaborasi bersama rekan-rekan guru lainnya. Gaya hidup berkelanjutan adalah melaksanakan tindakan dengan kesadaran penuh dan berpikir jangka panjang, termasuk menjaga kelestarian alam dan kesehatan. Program Gaya Hidup Berkelanjutan diperkenalkan demi kelestarian dan kehidupan untuk generasi selanjutnya atau turun-temurun. Tujuan Implimentasi Progr...

Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid

       Dari pengalaman belajar pada Modul 3.3 Program Pendidikan Guru Penggerak dengan judul Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid, dapat membuka wawasan saya terkait program yang berpihak pada murid itu adalah program yang dari murid, oleh murid dan untuk murid. Peran guru adalah fasilitator untuk berjalannya program tersebut. Dari modul 3.3 juga saya belajar bahwa kepemimpinan mirid bukan hanya ada pada murid yang diberi amanah dalam memimpin suatu organisasi saja. Tetapi semua murid berkesempatan untuk berpendapat, beropini dan menuangkan gagasan dalam program yang akan dibuat dan diharapkan berdampak positif tersebut.      Dalam proses belajar sendiri saya lebih bersifat fleksibel sesuai dengan kebutuhan murid. Saya melakukan observasi awal agar mengerti betul tentang pembelajaran yang menjadikan murid merasa dapat menyuarakan gagasan, menentukan pilihan dan merasa memiliki pembelajaran di kelas yang saya ampu.    ...

Rancangan Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid: Program Ramadan Produktif di SMP PGRI Mako

Gambar
Kepala Sekolah dan para dewan guru SMP PGRI mau menyusun rancangan pengelolaan program yang berdampak pada murid selama Bulan Ramadan. Rapat dilaksanakan pada tanggal 08 Maret 2024 jelang Ramadan. Berikut hasil rancangan yang akan dilaksanakan selama Bulan Ramadan di SMP PGRI Mako.  Rapat rancangan Program Ramadan Produktif Rancangan Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid Nama Program : Ramadan Produktif di SMP PGRI Mako Jenis kegiatan:  1. Salat Duha bersama setiap pagi selama Bulan Ramadan. 2. Membaca Al Quran (tadarus) bagi murid yang sudah dijadwalkan. 3. Diadakan lomba kultum, tilawah Al Quran dan azan. Tujuan program: 1. Tercipta murid yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa 2. Meningkatkan produktivitas murid di Bulan Ramadan 3. Terbentuk karakter murid sesuai dengan profil pelajar Pancasila Tahapan BAGJA Buat Pertanyaan Utama: 1. Bagaimana meningkatkan produktivitas murid di Bulan Ramadan? 2. Bagaimana kegiatan religi membentuk kara...

Rencana Program yang Berdampak Positif pada Murid

Membuat program di sekolah bukanlah wewenang sepihak saja. Di mana banyak hal harus dipertimbangkan. Pada kali ini saya ingin melaksanakan program literasi baca tulis dalam kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler. Beberapa pertanyaan berikut menjadi panduan untuk pelaksanaannya.   1. PROGRAM ATAU KEGIATAN APA YANG DIADAKAN? Kegiatan literasi baca tulis. Membaca setiap hari untuk mengasah receptive skill. Menuliskan ide-ide dan perasaan untuk mengasah productive skill. 2. APA KATEGORI PROGRAM/KEGIATAN INI, INTRAKURIKULER, KOKURIKULER, ATAU EKSTRAKURIKULER? Program Literasi baca tulis di sekolah termasuk kategori intrakurikuler dan kokurikuler. Untuk membaca dapat dimasukan dalam kategori program intakurikuler. Sedangkan aksi menulis dapat dimasukan dalam proyek kokurikuler. 3. APAKAH ADA KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG DIBANGUN OLEH GURU/SEKOLAH DALAM PROGRAM/KEGIATAN INI? a) Membentuk lingkungan atau fasilitas yang mendukung dengan bahan bacaan baik cetak maupun da...

Analisis Video "Pemanfaatan Aset dengan BAGJA"

Analisis Video “Pemanfaatan Aset dengan BAGJA” Pada Pendidikan Calon Guru Penggerak, kami disuguhkan sebuah video untuk dianalisis dan cermati. Hasil analisis dituangkan melalui beberapa pertanyaan. Video dapat diakse melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=YMflitCt1yI&t=741s   Analisis yang saya lakukan dapat dirinci berdasarkan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Kira-kira apakah visi dari sekolah tempat guru dalam video tersebut mengabdi? Dari pemaparan di dalam video ”Pemanfaatan Aset dengan BAGJA” dapat disimpulkan bahwa visi sekolahnya adalah   "Mewujudkan murid berkarakter mandiri, kolaboratif, Kreatif untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan". Apakah prakarsa perubahan yang akan dilakukan oleh guru dalam tayangan video? Prakarsa perubahan yang dilakukan oleh guru dalam tayangan video tersebut adalah “Mewujudkan ruang belajar yang nyaman dan menyenangkan”. Apakah Pertanyaan Utama dari kegiatan yang dilakukan ole...

Studi Kasus Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

  Sejak pandemi covid-19 melanda dunia, seluruh lini kehidupan manusia terpengaruh, tidak terkecuali dunia pendidikan. Proses belajar mengajar beralih dilakukan dengan cara daring. Dunia bisnis secara keseluruhan juga terkena imbasnya. Banyak orang kehilangan pekerjaan dan berkurang pendapatannya. Hal ini membuat beberapa orangtua murid memindahkan sekolah anak-anaknya ke sekolah yang lebih murah atau menunda menyekolahkan anak-anaknya, terutama di jenjang pendidikan usia dini atau taman kanak-kanak. Banyak TK dan Kelompok Bermain yang menjadi kekurangan murid, tak terkecuali TK dan Taman Bermain Pelangi. Jumlah murid yang telah mendaftar untuk tahun ajaran depan menurun drastis bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.  Kepala sekolah, Ibu Marina, pun harus membuat keputusan yang sulit dalam hal pengelolaan anggaran sumber daya manusia. Dengan turunnya jumlah murid, yayasan menetapkan 5 dari 10 gurunya perlu diberhentikan, agar biaya operasional bulanan sekolah tetap aman dan...